Loncat ke konten
News

Tembus Jalur Laut dan Cuaca Badai, PRI Bawa Logistik Pasokan Darurat Bagi Penyintas Gempa Pulau Palue

Menembus cuaca buruk dan lautan ekstrem, Pertamina Patra Niaga salurkan bantuan logistik darurat untuk 534 warga korban gempa di Pulau Palue, Sikka.

Kevin Maldini Yusuf 3 menit baca 3 kali dibaca
Tembus Jalur Laut dan Cuaca Badai, PRI Bawa Logistik Pasokan Darurat Bagi Penyintas Gempa Pulau Palue — News

SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 – Tantangan geografis dan gelombang laut yang ganas tak menyurutkan komitmen kemanusiaan tim relawan Pertamina Patra Niaga (PRI) Fuel Terminal Maumere. Demi menjangkau masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah terpencil, tim relawan sukses menempuh perjalanan laut ekstrem selama lebih dari 5,5 jam untuk menyalurkan bantuan logistik darurat kepada warga di Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah NTT sebelumnya telah mengakibatkan kerusakan fasilitas pemukiman dan infrastruktur di berbagai titik. Di Pulau Palue sendiri, tercatat sebanyak 534 jiwa penyintas terdampak langsung dan sangat membutuhkan bantuan penunjang kehidupan dasar.

Perjuangan Menembus Cuaca Ekstrem

Proses penyaluran bantuan kemanusiaan ini membutuhkan perjuangan ekstra. Awalnya, keberangkatan tim relawan dijadwalkan pada Rabu (19/8). Namun, akibat kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, serta perairan laut Flores yang sangat tidak bersahabat, pengiriman terpaksa ditunda demi keselamatan pelayaran.

Kendati demikian, penundaan tersebut tidak menyurutkan niat tim relawan. Tim Pertamina Patra Niaga bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PT ASDP Indonesia Ferry, Kepolisian, dan unsur TNI setempat guna mencari opsi penyeberangan aman.

Setelah cuaca dinyatakan relatif membaik, rombongan akhirnya diberangkatkan menggunakan kapal KMP Ile Ape. Membelah perairan selama 5,5 jam di tengah kondisi laut yang naik-turun, bantuan akhirnya mendarat dengan selamat di Pulau Palue pada Jumat (21/8).

Perwakilan tim relawan Pertamina Patra Niaga, Roy, menyampaikan bahwa keselamatan pasokan dan kecepatan distribusi menjadi prioritas utama tim di lapangan.

"Bagi kami, hal terpenting adalah bagaimana bantuan yang sudah disiapkan ini dapat segera tiba di tangan masyarakat yang sangat membutuhkan. Meskipun akses menuju Pulau Palue sangat tidak mudah akibat cuaca dan tantangan geografis, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar rantai distribusi bantuan pascagempa tidak terputus," tegas Roy.

Rincian Bantuan dan Penggalangan Distribusi

Tiba di Pulau Palue, perjuangan tim belum usai. Karena akses jalan darat yang terbatas dan hancur pascagempa, kendaraan pengangkut tidak mampu menjangkau seluruh posko pengungsian secara langsung. Bersama BPBD, aparat kepolisian, pihak kecamatan, dan gotong-royong warga lokal, bantuan diangkut secara manual serta dievakuasi ke 8 titik posko pengungsian yang tersebar di wilayah Palue.

Adapun bantuan logistik dan kebutuhan darurat yang disalurkan oleh Pertamina Patra Niaga meliputi:

Kebutuhan Pangan Kritis: Beras, minyak goreng, mi instan, air mineral kemasan, kopi, dan gula.

Perlengkapan Mendasar Pengungsian: Kasur lipat, selimut hangat, handuk, tikar, serta peralatan penerangan darurat (lampu darurat & terminal listrik).

Sanitasi dan Kesehatan Perorangan: Paket perlengkapan kebersihan (hygiene kit), sabun mandi, pembalut wanita, hingga popok bayi.

Bentuk Kepedulian Berkelanjutan

Kedatangan tim relawan dan bantuan logistik dari Pertamina Patra Niaga disambut haru dan rasa syukur oleh warga penyintas bencana di Pulau Palue yang sempat terisolasi akibat cuaca buruk.

Langkah ini merupakan komitmen nyata Pertamina Patra Niaga melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta kepedulian BUMN Hadir untuk Negeri dalam memastikan masyarakat di pulau-pulau terdepan dan terisolasi mendapatkan penanganan mendasar pascabencana secara adil dan cepat. Pertamina Patra Niaga juga memastikan pasokan energi seperti BBM di wilayah terdampak tetap aman selama masa tanggap darurat berlangsung.

Dokumentasi

Galeri

1 foto

Diskusi

Komentar (0)

Sudah punya akun? Masuk supaya nama terisi otomatis. Komentar tamu ditinjau redaksi sebelum tayang.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Berita terkait